• May 31, 2015

Untitled Post

 

Bos Besar Judi Di Kamboja Telah Bebaskan Seluruh WNI Yang Diduga Gelapkan Uang Mereka

Pemilik sebuah perusahaan judi di Kamboja itu akhirnya membebaskan 10 warga negara Indonesia (WNI). Perusahaan itu sebelumnya ditahan atas tuduhan menggelapkan 2,1 miliar riyal. Sepuluh WNI dibebaskan tanpa syarat dari Riya pada Sabtu (30/5/2015).

Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh di Kamboja mencatatkan satu kali kembali ke bandara pada 31 Mei 2015. 

“Mereka membantu menghindari masalah keimigrasian karena visanya habis pada 1 Juni 2015,” kata juru bicara KBRI Phnom Penh. , Minggu (31/5/2015).


Kedutaan Besar Indonesia di Phnom Penh mengatakan Riau telah berkoordinasi dengan polisi dan keluarga para korban. 

Kami mohon bantuannya untuk tidak menggunakan pemulangan WNI dari Riya sebagai aset politik dan platform popularitas banyak pihak, lanjutnya.

Sementara itu, lanjut dia, proses hukum Jeffrey Sun terus berlanjut. Jeffrey akan diantar oleh KBRI untuk menyelesaikan dugaan pencucian uang dari perusahaan judi online bernama Dai Long Co. Ltd. senilai $ 2,1 miliar. 

Duta Besar tersebut diduga memberikan informasi tersebut kepada 400 warga negara Indonesia dari Riyadh, yang bekerja di sebuah kasino di provinsi Kandal Kamboja.

Menurut laporan, 23 warga negara Indonesia dari Kepulauan Meranti di Riyaz telah ditahan di sebuah perusahaan judi di Kamboja. 

Insiden itu bermula dari kasus penipuan yang melibatkan Jeffrey Sun. Dia dilaporkan mengambil 2,1 miliar riyal dari pemilik kasino.

Awalnya, Jeffrey mengundang 23 WNI untuk bekerja di sebuah perusahaan judi di Kamboja. Namun, diketahui ia terlibat kasus penipuan dengan mencuri uang dari pemilik perusahaan. Pimpinan perusahaan, Geoffrey, merekrut 23 warga negara Indonesia.

Sebelumnya, 13 WNI dibebaskan setelah diadili karena diduga mengambil uang dari bos kasino di Kamboja.

Sumber: batamnews.co.id


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *