Polisi Kotamobagu Tangkap Pelaku Judi Togel Online



Judi togel online pasaran Hongkong ini memang terkenal. Banyak dari penjudi terselubung di Indonesia yang memainkan togel jenis itu. Dan tidak sedikit pula yang tertangkap oleh pihak kepolisian. Baru-baru ini di Kotamobagu tertangkap pelaku perjudian togel online jenis Hongkong. Terdapat beberapa orang yang berhasil ditangkap oleh kepolisian setempat, di antaranya adalah pengecer sekaligus pemasangnya.

Resmob Sat Reskrim Polres Kotamobagu akan terus menindaklanjuti laporan masyarakat tentang adanya praktik perjudian togel online jenis Hongkong di Kelurahan Mongkonai Kecamatan Kotamobagu Barat, ujar Kasat Reskrim AKP Angga Maulana. Laporan masyarakat ini sangatlah penting untuk informasi polisi. Karena dengan begitu, masyarakat tidak akan resah lagi dengan adanya perbuatan haram dilingkungannya. Kerja sama yang baik antara pihak kepolisian dan masyarakat akan membuat lingkungan semakin nyaman.

Selanjutnya pada saat menerima laporan, polisi berhasil mengidentifikasi ciri-ciri dari pelaku pengecer togel online, kata Angga pada hari Minggu tanggal 10 Januari 2021. Kemudian setelah identitas tersebut digenggam oleh polisi, tim langsung mengatur strategi untuk melakukan penangkapan. Proses penangkapan pun dilakukan dan berhasil mengamankan dua orang terasangka, yaitu SP alias Yo umur 52 tahun sebagai pengecer dan pemasang yaitu MRP alias RUM umur 51 tahun.

Ketika proses penangkapan itu berlangsung, kedua pelaku sedang melakukan praktik perjudian togel melalui internet, yaitu di pasaran Hongkong. Selain itu, tim polisi juga berhasil menemukan barang bukti terkait dengan kegiatan tersebut. Barang bukti yang berhasil disita adalah berupa uang tunai sebesar 236 ribu Rupiah, satu ATM, 11 lembar kertas potongan nomor pasangan, 1 ballpoint dan 2 unit handphone. Selanjutnya tim mengirim sejumlah barang bukti serta para tersangka ke Mapolres Kotamobagu untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dan himbauan kepada masyarakat semua, bahwa tindak pelaku perjudian di negara ini akan dikenakan pasal 303 KUHP terkait dengan judi. Jika tersangka terkena pasal tersebut, maka ancaman hukumannya adalah penjara dengan waktu paling lama 10 tahun, atau denda paling besar senilai 25 juta Rupiah. Tapi untuk barang bukti yang didapatkan dari tersangka SP dan MRP tersebut sudah menguat ke pasal yang telah disebutkan.

Sebab uang tunai yang digunakan sebagai barang bukti tersebut bisa jadi adalah dana untuk pemasangan taruhan ke bandar pusat. Kemudian dua unit HP digunakan untuk berkomunikasi antar dua pelaku untuk melancarkan kerjasamanya untuk pasang nomor togel, atau juga dipakai untuk membuka situs togel online Hongkong. Yang mana situs tersebut adalah tempat si pengecer menyetorkan uang taruhan serta memasang nomor sesuai permintaan pemasangnya.

Ditemukannya satu ATM pun diduga sarana setor uang ke rekening bank bandar togel online.  Sedangkan untuk sebuah ballpoint dan 11 lembar kertas itu sudah bisa dipastikan untuk merekap, meramal atau pun mencatat pasangan nomor togel yang akan dipasangkan.

Main judi togel online memang dianggap mudah dan aman bagi si pelaku. Tapi hal itu juga masih tercium oleh pihak yang berwenang untuk menangkapnya. Sebab tindakan yang dilakukannya itu adalah perbuatan haram, banyak orang tidak menyukainya. Sehingga laporan masyarakat pun muncul kepada pihak polisi demi kebaikan bersama.

Situs judi online memang marak dan masih banyak yang beroperasi di jaringan internet Indonesia. Akan tetapi Kominfo akan terus berusaha membatasi situs-situs terlarang seperti pornografi dan perjudian. Sehingga tidak aman sekali jika ada orang yang main judi secara online. Sebab kalau sewaktu-waktu situsnya terkena blokir di jaringan Indonesia, maka ia tidak bisa lagi mengakses situs tersebut. Sehingga akun judi online yang ia miliki juga akan lenyap.